Suatu malam aku bersama keluargaku sedang menunggu pesanan
Sate Padang yang sedang disiapkan oleh tukang sate padang langganan kami.
Selama menunggu Pesanan kami duduk-duduk didalam mobil dengan
tidak mematikan mesin mobil, karena diluar banyak nyamuk sehingga
kami tetap menutup kaca dan menggunakan AC mobil.
Aku, istriku bersama anakku asyik mengobrol ngalor-ngidul
sambil memaenkan HP masing-masing
Tak terasa 15 menit telah berlalu, kami mendengar sayup-sayup
orang memainkan musik dangdut, kami berpikir ooohh mungkin
ada pesta perkawinan disebrang sana...
akupun bertanya : maa, koq ada dangdutan ditengah malam ini ya ?
Istriku menjawab : Mungkin disebelah sana pa... sambil menunjuk ke sebelah kananku
tapi suara itu makin jelas rasanya, dengan rasa ingin tau akupun
memutar kepalaku kesebelah kanan mobil
kulihat sepintas ada bayangan hitam serasa dekat denganku
akupun melihat kembali ke istriku....
Dan dengan penasaran kulihat kembali bayangan hitam yang tadi kuliat
tiba-tiba bayangan itu menyerigai menunjukkan giginya serta mengangkat tangan
serta memberi kode jempol dan ibu jarinya membentu tanda lingkaran...
dan dengan reflek aku berteriak : "......SSSSSSSSyyyyyyyyyeeeeettttannnnnn"
sambil bergerak reflek tubuhku membuat mobil bergetar hebat ....
saking kerasnya aku berteriak dengan suara terkejut....
dan kucoba lihat kembali apakah ia setan atau orang.....
lalu kubuka kaca mobilku....
dan kuliat seorang waria... sedang menyetel kaset dangdutnya..
Dengan sedikit kesel dan tertawa aku bilang kepadanya : "mbak ......... laen kali bilang-bilang donk kalo ngamen
Eeeeh malah dia jawab: " Abis sih pa hajinya maen henphone meluluuuuuu...."
sambil cueknya ia menerima uang serta melengos pergi .....
Setelah ia berlalu pergi dari kami, Akupun bilang sama istri dan anakku... nggak liat tuch banci udah dari tadi disitu
merekapun serentak bilang mengikuti apa yang banci tadi bilang :
Abis sich pa hajinya maen HP meluluuuuuuu......
Sambil tertawa-tawa......
Dasar...............Korban Henphone.....Akupun ikut tertawa terpingkal-pingkal karenanya.
No comments:
Post a Comment